Makalah Pengaruh Pendidikan Terhadap Pengangguran

Pengaruh Pendidikan Terhadap Tingkat Pengangguran

Novi Lestari. SE.,ME

 

makalah pancasila orde lama unisma 45 bekasi

Disusun Oleh:

Kelompok 3

  1. Syaid Afri Adianto (41183403160221)
  2. Ai Melia (41183403160094)
  3. Ira Yolanda (41183403160021)
  4. Siti Maslikah (41183403160034)
  5. Sri suharyanti (41183403130054)
  6. Nofyta Iskandar (41183403160094)

 

KATA PENGANTAR

 

Alhamdullillahhirobbil alamin, segalah puji kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segalah rahmat dan hidayah-Nya tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini, sholawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan Nabi besar kita Muhammad SAW dan keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya sampai akhir zaman amin ya robbal alamin.

Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

 

Bekasi, 27 Maret 2017

 

Penyusun

 

 

 

 

Daftar Isi

 

KATA PENGANTAR.. 1

Daftar Isi 2

BAB I PENDAHULUAN.. 3

1.1.       Latar Belakang. 3

1.2.       Rumusan masalah. 5

1.3.       Tujuan Penulisan. 5

BAB II LANDASAN TEORI. 6

2.1. Investasi 6

2.2. Pengangguran. 7

2.2.1. Pengertian pengangguran menurut para ahli 7

2.2.2. Macam-macam Pengangguran. 8

2.2.3. Sebab-sebab Terjadinya Pengangguran. 10

BAB III PEMBAHASAN.. 12

3.1.       Gambaran umum masalah. 12

3.2.       Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran. 15

BAB IV PENUTUPAN.. 17

4.1. Kesimpulan. 17

4.2. Saran. 17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.            Latar Belakang

 

Pengangguran merupakan persoalan kronis dalam perekonomian yang hampir selalu mengiringi pembangunan ekonomi. Pengangguran yang tinggi dianggap merupakan warisan krisis ekonomi 1997 yang hingga saat ini belum bisa dituntaskan. Akibat krisis itu, perusahaan-perusahaan rontok sehingga menimbulkan rentetan pemutusan hubungan kerja. Demikian halnya dengan persoalan kemerosotan investasi saat ini yang berdampak terhadap pengangguran. Investasi tidak serta akan meningkatkan lapangan kerja bila jenis investasi tersebut tidak ramah terhadap penyerapan tenaga kerja (padat modal). Hal ini bisa jadi disebabkan sektor industri  yang berkembang lebih berorientasi pada jenis investasi yang padat modal bukan padat karya.

 

Pengangguran merupakan istilah yang tidak asing lagi di setiap negara. Karena, pada dasarnya pengangguran adalah suatu keadaaan yang tidak terelakkan keberadaannya, baik itu di negara berkembang maupun di negara maju sekalipun. Tiap negara dapat memberikan definisi yang berbeda mengenai definisi pengangguran. Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan (Nanga, 2005: 249).

 

Tingginya tingkat pengangguran dalam suatu negara dapat membawa dampak negatif terhadap perekonomian negara tersebut. Dimana, pengangguran akan menjadi beban tersendiri, tidak hanya bagi pemerintah, namun juga berdampak terhadap keluarga, lingkungan, dan lain sebagainya. Selain itu, tingginya tingkat pengangguran di suatu negara, dapat pula meningkatkan jumlah kriminilatias, menambah keresahan sosial, serta meningkatkan kemiskinan di dalam suatu negara. Apabila ditelah lebih lanjut, dari sisi ekonomi, pengangguran merupakan suatu produk dari kegagalan pasar dalam memberikan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dari angkatan kerja, atau dengan kata lain jumlah lapangan pekerjaan jauh lebih sedikit dari jumlah angkatan kerja yang tersedia. Selain itu juga, pengangguran dapat disebabkan karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), karena perusahaan harus menutup/mengurangi tenaga kerjanya, untuk meminimalisasi kerugian, ada juga karena keadaan suatu negara yang kurang kondusif, seperti situasi politik dalam negeri, yang berakibat pada, menurunnya tingkat investasi asing, hal ini kemudian dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara atau wilayah.

 

Dalam teori ekonomi dijelaskan bahwa investasi merupakan pembelian modal atau barang-barang yang tidak dikonsumsi, namun digunakan untuk kegiatan produksi sehingga menghasilkan barang atau jasa dimasa yang akan datang.

 

Sebagian ahli ekonomi memandang bahwa pembentukan investasi merupakan faktor penting yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi suatu negara. Ketika pengusaha atau individu atau pemerintah melakukan investasi, maka ada sejumlah modal yang ditanam atau dikeluarkan, atau ada sejumlah pembelian barang-barang yang tidak dikonsumsi, tetapi digunakan untuk produksi,sehingga menghasilkan barang dan jasa dimasa yang akan datang.

 

Pembentukan investasi dapat dilakukan jika masyarakat tidak menggunakan semua pendapatannya untuk dikonsumsi, melainkan ada sebagian yang ditabungkan. Tabungan ini diperlukan untuk pembentukan investasi.

 

Misalkan, investasi pembangunan pabrik,  jalan,  jembatan, atau investasi pendidikan disekolah dan universitas. Investasi yang dikeluarkan ini secara langsung dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya akan memperbesar pengeluaran masyarakat.

 

Investasi dalam peralatan modal atau pembentukan modal tidak saja dapat meningkatkan faktor produksi atau pertumbuhan ekonomi, namun juga dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat. Dalam hal ini,jumlah pengangguran tentunya akan turun.

Suatu negara akan berkembang secara dinamis jika investasi yang dikeluarkan jauh lebih besar dari pada nilai penyusutan faktor-faktor produksinya. Negara yang memiliki investasi yang lebih kecil dari pada penyusutan faktor produksinya akan cenderung mengalami perekonomian yang stagnasi.

 

Stagnation merupakan suatu kondisi perekonomian dengan laju pertumbuhan yang lambat dan bahkan bisa nol. Kondisi inio dapat menimbulkan terjadinya pengangguran dalam jumlah yang relatif besar. Kondisi yang sangat tidak diinginkan adalah kondisi stagnasi yang diikuti denganadanya inflasi yang tinggi pula, sehingga perekonomian negara menjadi stagflasi.

 

Dinegara berkembang atau terbelakang dengan tingkat penduduk yang besar, umumnya memiliki rasio investasi terhadap jumlah penduduk relatif kecil. Sehingga, negara tersebut kerap mengundang investasi asing untuk masuk kedalam negaranya. Investasi asing ini tidaklah selalu memberikan keuntungan terhadap negara, terutama dalam jangka panjang.

 

Dalam jangka pendek atau menengah, investasi asing sangat menguntungkan dalam pertumbuhan ekonomi. Investasi ini, dalam jangka pendek dapat mempengaruhi kesejahtreraan ekonomi suatu bangsa. Investasi asing ini dapat membantu memenuhi segala sesuatu yang diperlukan oleh penduduknya dalam jangka pendek.

 

Namun demikian dalam jangka panjang keuntungan tidak lagi diperoleh negara yang bersangkutan, namuninvestasi lebih memberikan keuntungan bagi negara yang mengeluarkan investasi.

 

1.2.           Rumusan masalah

Dalam pembahasan kali ini kelompak kami apa mengakat suatu rumusan dalam berkaitan erat dalam perekonomian di indonesia dan mengatasi suatu permasalahan pengangguran “Bagaimana pengaruh investasi dalam terciptanya lapangan pekerjaan terhadap menurunkan tingkat pengangguran dan upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran?”.

 

 

1.3.           Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah :

  1. Untuk mengetahui pengaruh investasi dalam pembangunan lapangan pekerjaan
  2. Untuk mengetahui pengaruh investasi dalam menurunkan pengangguran
  3. Untuk mengetahui cara pemerintah dalam mengatasi pengangguran

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Investasi

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.”  Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain Tabungan, Deposito, Reksadana, Obligasi, saham, emas dan property.

Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini berdampak pada kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada kesejahteran rakyat banyak. Penguatan peran dan kelembagaan pemerintah sangat penting untuk mendukung keberhasilan kebijakan investasi.Ada beberapa anggapan mengenai manfaat investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yaitu sebagai berikut:

  1. investasi asing akan menciptakan perusahaan-perusahaan baru, memperluas pasar atau merangsang penelitian dan pengembangan teknologi lokal yang baru.
  2. investasi asing akan meningkatkan daya saing industri ekspor, dan merangsang ekonomi lokal melalui pasar kedua (sektor keuangan) dan ketiga (sektor jasa/pelayanan).
  3. investasi asing akan meningkatkan pajak pendapatan dan menambah pendapatan lokal/nasional, serta memperkuat nilai mata uang lokal untuk pembiayaan impor.
  4. pembayaran utang adalah esensial untuk melindungi keberadaan barang-barang finansial di pasar internasional dan mengelola integritas sistem keuangan. Kedua hal ini, sangat krusial uuntuk kelangsungan pembangunan.
  5. sebagian besar negara-negara Dunia Ketia tergantung pada investasi asing untuk menyediakan kebutuhan modal bagi pembangunan karena sumberdaya-sumberdaya lokal tidak tersedia atau tidak mencukupi.
  6. para penganjur investasi asing berargumen bahwa sekali investasi asing masuk, maka hal itu akan menjadi batu alas bagi masuknya investasi lebih banyak lagi, yang selanjutnya menjadi tiang yang kokoh bagi pembangunan ekonomi keseluruhan.

 

 

Perkembangan investasi di Indonesia menunjukkan keadaan yang menggembirakan. Pada tahun 2007, total investasi di Indonesia mencapai Rp 983,9 trilyun (atas dasar harga berlaku). Angka ini hampir tujuh belas kali lipat dibandingkan investasi pada tahun 1990 yang sebesar Rp 58,9 trilyun.Investasi tersebut dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat/swasta. Meskipun demikian, peranan investasi pemerintah relatif kecil. Dari total investasi pada tahun 2007, hanya 12,75 persen (Rp 125,4 trilyun) yang merupakan investasi pemerintah, sedangkan sebagian besar lainnya (87,25 persen atau Rp 858,5 trilyun) merupakan investasi masyarakat.

Pengaturan tentang kegiatan penanaman modal di Indonesia diatur dalamUU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam Pasal 3 ayat (1)huruf a, disebutkan bahwa kegiatan penanaman modal diselenggarakanberdasarkan asas kepastian hukum. Sementara itu yang dimaksud dengan“asas kepastian hukum” adalah asas dalam negara hukum yang meletakkanhukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan sebagai dasar dalamsetiap kebijakan dan tindakan dalam bidang penanaman modal.2 Dalamkonteks ini yang dimaksud dengan kepastian hukum adalah adanyakonsistensi peraturan dan penegakan hukum di Indonesia. Konsistensi peraturan ditunjukkan dengan adanya peraturan yang tidak salingbertentangan antara satu peraturan dengan peraturan yang lain, dan dapatdijadikan pedoman untuk suatu jangka waktu yang cukup, sehingga tidak terkesan setiap pergantian pejabat selalu diikuti pergantian peraturan yang bisa saling bertentangan.

 

2.2. Pengangguran

Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Pengangguran menjadi masalah tersendiri bagi semua negara. Memiliki banyak rakyat yang menjadi pengangguran tentunya membawa dampak negatif, misalnya meningkatnya angka kriminalitas, semakin banyaknya pengemis dan pengamen, serta lain sebagainya. Sebenarnya , apa itu pengangguran? Bagaimana pula pengertian pengangguran menurut para ahli ? pengangguran adalah ketimpangan kesempatan yang terjadi antara angkatan kerja dan kesempatan kerja sehingga sebagain angkatan kerja tidak dapat melakukan kegiatan kerja. Terjadinya pengangguran tidak hanya disebabkan oleh kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja. Persyaratan-persyaratan yang harus dibutuhkan oleh dunia kerja tidak daapat dipenuhi oleh pencari kerja. Persyaratan yang diajukan bagi segi pendidikan, usia, keterampilan, dan lain sebagainya.

 

2.2.1. Pengertian pengangguran menurut para ahli

 

Menurut Nanga  (2005: 249) , pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif tidak sedang mencari kerja.

Menurut Sukirno ( 2004 : 28 ), pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi bekum memperolehnya.

Menurut Menakertrans, pengangguran adalah orang yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, dan tidak mencari pekerjaan kerena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.

Menurut Payman J. Simanjuntak, pengangguran adalah orang yang tidak bekerja berusia angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali atau bekrja kurang dari dua hari selama seminggu sebelum pencacahan dan berusahan memperoleh pekerjaan.

 

Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat dalam jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

 

 

2.2.2. Macam-macam Pengangguran

 

  1. Berdasarkan Jam Kerja

Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan menjadi 3 macam:

  1. Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
  2. Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
  3. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

 

 

  1. Berdasarkan Penyebab Terjadinya

Berdasarkan penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam:

  1. Pengangguran friksional (frictional unemployment)

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Contohnya : Perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri, untuk sementara menganggur. Berhenti dari pekerjaan yang lama, dan mencari pekerjaan yang baru yang lebih baik.

  1. Pengangguran konjungtural (cycle unemployment)

Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang di akibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian atau siklus ekonomi. Contohnya: Di suatu perusahaan ketika sedang maju butuh tenaga kerja baru untuk perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya merugi terus maka akan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) atau pemecatan.

  1. Pengangguran struktural (structural unemployment)

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang di akibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Contohnya: Suatu daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga bidang pertanian akan menganggur. Pengangguran struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti akibat permintaan berkurang, akibat kemajuan dan penggunaan teknologi, dan akibat kebijakan pemerintah

  1. Pengangguran musiman (seasonal Unemployment)

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya: pada musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya banyak menganggur.

  1. Pengangguran teknologi

Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin. Contoh, sebelum ada penggilingan padi, orang yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja, setelah ada mesin penggilingan padi maka mereka tidak  bekerja lagi.

  1. Pengangguran Politis

Pengangguran ini terjadi karena adanya peraturan pemerintah yang secara langsung atau tidak, mengakibatkan pengangguran. Misalnya penutupan Bank-bank  bermasalah sehingga menimbulkan PHK.

  1. Pengangguran Deflatoir

  Pengangguran deflatoir ini disebabkan tidak cukup tersedianya lapangan pekerjaan dalam perekonomian secara keseluruhan, atau karena jumlah tenaga kerja melebihikesempatan kerja, maka timbullah pengangguran.

 

 

2.2.3. Sebab-sebab Terjadinya Pengangguran

Masalah pengangguran tentulah tidak muncul begitu saja tanpa suatu sebab. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran secara global adalah sebagai berikut :

  1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja

Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.

  1. Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang

 

  1. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang

Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.

  1. Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang

Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.

  1. Budaya pilih-pilih pekerjaan

Pada dasarnya setiap orang ingin bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan. Dan lagi ditambah dengan sifat gengsi maka tak heran kebanyakan yang ditemukan di Indonesia bukan pengangguran terselubung, melainkan pengangguran terbuka yang didominasi oleh kaum intelektual (berpendidikan tinggi).

  1. Pemalas

Selain budaya memilih-milih pekerjaan,budaya (negatif) lain yang menjamur di Indonesia adalah budaya malas. Malas mencari pekerjaan sehingga jalan keluar lain yang ditempuh adalah dengan menyogok untuk mendapatkan pekerjaan.

  1. Tidak mau ambil resiko

“Saya bersedia tidak digaji selama 3 bulan pertama jika diterima bekerja di kantor bapak. Dengan demikian bapak tidak akan rugi. Jika bapak tidak puas dengan hasil kerja saya selama 3 bulan tersebut, bapak bisa pecat saya.”

Adakah yang berani mengambil resiko seperti itu? Kami yakin sedikit sekali. Padahal kalau dipikir-pikir itu justru menguntungkan si pencari kerja selama 3 bulan tersebut ia bisa menimba pengalaman sebanyak-banyaknya.

Meskipun akhirnya dipecat juga, toh dia sudah mendapat pengalaman kerja 3 bulan.

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

 

3.1.                       Gambaran umum masalah

Investasi dalam perekonomian memegang peranan penting, baik dalam penggerak ekonomi disuatu negara dan juga sekaligus sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah perekonomian disuatu negara, salah satu contohnya adalah investasi dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengurangi pengangguran. Salah satu contohnya adalah di Indonesia. Investasi di Indoesia meningkat berakibat munculnya lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mengurangi pengangguran. Baik penanam modal asing maupun dalam negeri secara garis besar mempunyai dampak positif terhadap perekonomian di Indonesia.

 

  • Topik permasalahan

Selain meningkatkan kapasitas produksi domestik, pertumbuhan investasi telah berperan besar dalam menyerap tenaga kerja. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang 2016, investasi di Indonesia yang mencapai Rp 612,8  triliun berhasil menyedot 1,83 juta tenaga kerja langsung. Penyerapan tenaga kerja secara tidak langsung bisa mencapai 4 kali lipat atau sekitar 7 juta. Dengan demikian, total penyerapan tenaga kerja hasil investasi mencapai 9 juta orang. penyerapan tenaga kerja secara tidak langsung sebagai hasil dari penanaman modal memang  jauh lebih besar karena melibatkan banyak pelaku usaha formal maupun nonformal. Dari sisi kuantitas, penyerapan tenaga kerja per rupiah investasi dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) lebih banyak dibanding penanaman modal asing. Pada triwulan IV 2016, nilai PMDN mencapai Rp 34,1 triliun atau 32 persen dari total investasi Rp 105,3 triliun. Namun, penyerapan tenaga kerja mencapai 159.315 atau 37 persen dari total penyerapan periode triwulan IV, yaitu 430.107 tenaga kerja. Sebab, PMA lebih sering berinvestasi di industri padat teknologi, sedangkan PMDN berinvestasi di padat karya.

Masalah Sektor tenaga kerja merupakan salah satu sektor penting bagi pembangunan ekonomi khususnya dalam upaya pemerintah menanggulangi pengangguran.Tenaga kerja adalah modal bagi geraknya roda pembangunan, sehingga kemakmuran suatu negara atau daerah banyak tergantung kepada pemanfaatan tenaga kerja seefektif mungkin. Upaya yang dilakukan dengan menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang memadai, diharapkan dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya. Perkembangan jumlah tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan akan menyebabkan tingkat kesempatan atau penyerapan tenaga kerja cenderung menurun. Tenaga kerja merupakan modal bagi bergeraknya roda pembangunan. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. Tenag kerja adalah bagian dari penduduk yang berada pada kelompok umur terntentu yang ikut serta dalam kegiatan perekonomian.  Andayuna (2009) mengatakan bahwa secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur. Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya.Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda.

 

 

Gambar 2.1 Diagram Ketenagakerjaan

Disini pemerintah berperan dalam mengolah tenaga kerja yang ada di Indonesia agar tenag kerja yang ada bisa domanfaatkan dengan semaksimal mungkin, salah satu caranya adalah dengan jalan investasi. Terutama investasi padat karya, karena investasi padat karya dapat menyerap banyak tenag kerja.

Investasi merupakan suatu faktor krusial bagi kelangsungan proses pembangunan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pembangunan ekonomi melibatkan kegiatan-kegiatan produksi (barang dan jasa) disemua sektor-sektor ekonomi. Dengan adanya kegiatan produksi, maka terciptalah kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat meningkat, yang selanjutnya meningkatkan/menciptakan permintaan pasar. Pasar berkembang dan bererti juga volume kegiatan produksi, kesempatan kerja dan pendapatan di dalam negeri meningkat, dan seterusnya, maka terciptalah pertumbuhan ekonomi (Tambunan,2001).

Berdasarkan teori diataas dapat dijelaskan bahwa investasi dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan sekaligus juga dapat meningkatkan permintaan pasar karena pendapatan masyarakat meningkat. Investasi memainkan peranan penting dalam menggerakkan kehidupan ekonomi bangsa, karena pembentukan modal memperbesar kapasitas produksi, menaikkan pendapatan nasional maupun menciptakan lapangan kerja baru, dalam hal ini akan semakin memperluas kesempatan kerja(Todaro,2003).

Dari teori diatas dapat diketahui bahwa betapa pentingnya investasi bagi perekonomian suatu negara, salah satu contoh negara yang perekonomiannya sebagian besar bergerak dibidang investasi adalah Amerika Serikat. Pada umumnya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat merupakan salah satu tujuan pembangunan yang harus dicapai disuatu negara. Kemakmuran dan kesejahteraan disuatu negara dapat dilihat dari seberapa besar pertumbuhan perkonomiannya(Setyowati dan Fatimah,2007). Dalam konteks perekonomian, merupakan salah satu variabel yang paling penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomi suatu negara adalah investasi. Selain itu investasi juga mendorong pendapatan nasional(Nugroho,2008).

Keputusan investasi menyangkut tentang keputusan alokasi dana baik dana yang berasal dari dalam perusahaan maupun dana yang berasal dari luar perusahaan pada berbagai bentuk investasi. Dengan kata lain, investasi macam apa yang paling baik bagi perusahaan. Secara garis besar keputusan investasi dapat dikelompokkan ke dalam investasi jangka pendek seperti misalnya investasi dalam kas, persediaan, piutang dan surat berharga maupun investasi jangka panjang dalam bentuk gedung, peralatan produksi, tanah,kendaraan dan aktiva tetap lainnya.

Keputusan investasi ini akan tercermin pada sisi aktiva dalam neraca perusahaan(Sartono,2001 : 6). Penelitian Empiris Sebelumnya menggunakan tiga variabel yang diduga berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu investasi PMDN, investasi PMA, dan konsumsi.Dalam ruang lingkup Fakultas Ekonomi di Universitas Hasanuddin, penelitian yang menjadikan variabel investasi sebagai faktor berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja telah banyak dilakukan oleh mahasiswa, namun penelitian yang menjadikan faktor konsumsi sebagai factor berpengaruh masih kurang dilakukan. Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pernah dengan menggunakan variabel investasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja pernah dilakukan oleh Subekti dalam skripsinya dengan judul “Analisis Penyerapan Tenaga Kerja PadaSektor Industri di Propinsi Sulawesi Selatan Periode 1999-2008. Dari hasil penelitiannya, dia menyumpulkan bahwa variabel nilai investasi merupakan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.

Hasil ini menjelaskan bahwa peningkatan nilai investasi pada sektor industri akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang bekerja pada industri tersebut. Data empiris penelitiannya menunjukkan bahwa rata-rata industri kecil hanya mengeluarkan modal investasi hingga mencapai Rp. 127.285.053 untuk pendirian dan operasionalisasi perusahaan.Jumlah tersebut menunjukkan bahwa tenaga kerja yang dipekerjaan rata-rata sebanyak 9 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan modal dalam investasi akan menentukan ukuran perusahaan yang dibentuk. Perusahaan yang besar akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih besar pula. Diketahui bahwa persentase 

PDB tertinggi berada pada tahun 2007 yaitu sebesar 6,3%. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya laju perkembangan nilai konsumsi dan investasi yang juga meningkat pada tahun 2007 serta penurunan inflasi pada tahun 2007 tersebut. Perkembangan konsumsi terendah selama 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2006 yaitu 3,2%. Masalah ekonomi yang berdampak pada perekonomian Indonesia membuat perkembangan pendapatan masyarakat menurun yang akhirnya membuat daya beli masyarakat juga menurun. Namun, perkembangan konsumsi tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu 5,3%. Kondisi ini menunjukkan keadaan perekonomian di Indonesia mengalami peningkatan, sehingga daya beli masyarakat meningkat

 

3.2.                     Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Pengangguran

 

kondisi Indonesia masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sesuai dengan UUD 45 pasal 27 ayat 2. Sebagai solusi pengangguran berbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh, untuk itu diperlukan kebijakan yaitu :

  1. Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwa kewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis dan manajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar. Serta pemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing di bidangnya. Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yang menunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampu mengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan pola kemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak lainnya.
  2. Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia.
  3. Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur. Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun lembaga itu, setiap penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat perhatian khusus.
  4. Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalu banyak jenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakan sehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakan lapangan kerja.
  5. Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia (khususnya daerah-daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosi keberbagai negara untuk menarik para wisatawan asing, mengundang para investor untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat.
  6. Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitan usaha atau hasil produksi akan saling mengisi kebutuhan. Dengan sinergi tersebut maka kegiatan proses produksi akan menjadi lebih efisien dan murah karena pengadaan bahan baku bisa dilakukan secara bersama-sama. Contoh, PT Krakatau Steel dapat bersinergi dengan PT. PAL Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan baku berupa pelat baja.
  7. Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikah pada usia dini) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerja baru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat ke daerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian, perkebunan atau peternakan oleh pemerintah.
  8. Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Perlu seleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri.Sebaiknya diupayakan tenaga-tenaga terampil.Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.
  9. Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional (Sisdiknas). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang berorientasi kompetensi.Karena sebagian besar para penganggur adalah para lulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja.
  10. Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena Indonesia mempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris. Potensi kelautan dan pertanian Indonesia perlu dikelola secara baik dan profesional supaya dapat menciptakan lapangan kerja yang produktif.

 

Selain itu penanggulangan pengangguran dapat juga di lakukan dengan cara;

  1. Meningkatkan mutu pendidikan,
  2. Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai tuntutan industri modern,
  3. Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan,
  4. Mendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informal,
  5. Meningkatkan pembangunan dengan sistem padat karya,
  6. Membuka kesempatan kerja ke luar negeri

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUPAN

 

4.1. Kesimpulan

 

Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa investasi sangat penting bagi suatu negara, terutama negara berkembang contohnya Indonesia. Indonesia sebagai negara berkembang dan juga mempunyai jumlah penduduk yang sangat banayak sangat membutuhkan investasi baik dari modal asing maupun dalam negeri. Dengan adanya investasi ini maka jumlah pengangguran di Indonesia dapat dikurangi, terutama jika di Indonesia banyak terdapat investasi padat karya.

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.

Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Memulihkan kondisi pengangguran di Indonesia tentulah tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena itu diperlukan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Solusi paling mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan menciptakan lapangan usaha sendiri dan tidak mengharap yang muluk-muluk menjadi seorang karyawan suatu perusahaan dengan gaji yang besar.

Cara lain adalah dengan menetapkan kebijakan baru yang mempersempit kesempatan para pemilik perusahaan untuk mem-PHK karyawannya.

 

 

4.2. Saran

 

Indonesia memang sangat memerlukan adanya penanaman modal untuk mengentaskan masalah pengangguran yang berkepanjangan di Indonesia ini. Tetapi pemerintah harus tetap hati-hati terhadap investor, terutama investor asing yang ingin menanamkan modal di bidang sumber daya alam, walaupun dapat menyerap tenaga kerja yang besar tetapi sumber daya Indonesia adalah milik bangsa indonesia, bukan milik bangsa lain. Biarkan bangsa sendiri yang mengolah apa yang sudah seharusnya menjadi hak bangsa ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

( http://www.jpnn.com/read/2016/11/24/212695/Investasi-Buka-9-Juta-Lapangan-Kerja- )

Sukirno, S. (1996: 33). Pengantar Teori Makroekonomi. Jakarta:Raja Grafindo Persada.

Insukindro (1997), Ekonomi Uang dan Bank, BPFE UGM, Yogyakarta.

Dewi Ernita, Syamsul Amar, dan Efrizal Syofyan. (Januari 2013). Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, Dan Konsumsi di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi, Vol. I, No. 02.

Chairul Nizar, Abubakar Hamzah, dan Sofyan Syahnur. (Mei 2013). Pengaruh Investasi Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Hubungannya Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Volume 1, No. 2.

Suharto Edi, Phd. Materi Latihan: Analisis Kebijakan Sosialhttp://www.policy.hu/suharto/makIndo21.html.

http://karyailmiah-elsye.blogspot.com/

 

syaid adianto

syaid adianto

Seorang Pemuda yang memiliki hobi membaca, berenang, jogging, berolahraga, futsal, dan treveling. 
syaid adianto

Latest posts by syaid adianto (see all)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *