Dua Akar Dosa

0
4

Mencoba merangkum materi dr nasihat ust. Salim A. Fillah tentang

Dua Akar Dosa

Kita hidup selalu diuji oleh Allah SWT agar mengetahui siapa diantara hambaNya yang terbaik amalannya. Ujian tersebut Allah SWT telah memberikan satu kesempatan kepada syetan untuk menggoda manusia, membersamainya dalam laknatNya.
Bagaimana syetan bekerja, ada 2 hal penting yg perlu kita catat.
1⃣ Hati
Melalui hati kita, syetan membuat kita terlebih dahulu bermaksiat kepada Allah SWT dengan cara yang tidak kita sadari. Sebelum maksiat anggota badan, didahului dengan maksiat dalam hati. Kalau hati sudah terbiasa dengan kemaksiatan, tidak takut pada Allah SWT, menjauh dari RidhoNya maka ketika itu syetan menyusup dan membuat anggota tubuh kita ringan menuju kepada hal yang nista, keji dan mungkar serta membuat anggota tubuh ini berat menuju taat beribadah dan amal sholeh.

Hal ini dapat kita lihat dari kisah pembangkangan Iblis yang tidak mau sujud pada Nabi Adam karena merasa tinggi, lebih mulia dari Nabi Adam yang begitu sombong kemudian akhirnya menolak perintah Allah SWT
 2⃣ Tubuh
Tubuh yang terbiasa, selalu dekat dengan kemaksiatan. Meskipun sebelumnya hati tidak bermaksud untuk bermaksiat, hanya bermaksud mengikuti teman, menemani teman atau dengan alasan lainnya. Tetapi, karena tubuh itu selalu dekat dan melakukan hal yang menyimpang. Maka Allah SWT akan semakin menambah simpangan itu sehingga menjadi semakin besar, semakin jauh kepada kebenaran, jauh dari amalan soleh karena kebiasaan yang menyimpang tersebut. Maka dari itu marilah kita menjaga hati dan tubuh kita. Seperti yang di katakan oleh ibnu QoyyimDosa-dosa itu ibarat luka-luka, boleh jadi luka-luka yang kecil itu yang akan mengantarkan orang pada kebinasaan menjaga diri kita dari luka lebih mudah dari mengobati luka-luka. Berjuang dan bermujahadah melawan nafsu dari dosa lebih diutamakan daripada nanti kita berdosa dan bertaubat yang belum tentu ada kesempatan itu. Tetapi, kalau ada kesempatan itu maka jangan ragu untuk bertaubat.
Terakhir, Imam Hasan Al-Basri mengatakan Jangan pernah berhenti bertaubat dari dosa walaupun setelah bertaubat berdosa lagi karena sesungguhnya yang memutuskan harapan kita untuk bertaubat itu adalah syetan.

Mari perbanyak Istighfar yang sebanyak-banyaknya agar kita sibuk denganNya hingga kita lupa untuk berbuat dosa

syaid adianto

syaid adianto

Seorang Pemuda yang memiliki hobi membaca, berenang, jogging, berolahraga, futsal, dan treveling. 
syaid adianto

Latest posts by syaid adianto (see all)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here